Hiu Paus Sumbawa adalah salah satu pengalaman bahari paling unik di Indonesia. Di Teluk Saleh, Anda bisa berenang berdampingan dengan ikan terbesar di dunia hampir sepanjang tahun, bukan musiman seperti kebanyakan lokasi hiu paus lain di dunia. Teluk seluas 1.459 km² ini terhubung dengan Laut Flores dan berdekatan dengan Pulau Moyo. Lalu pertanyaan logisnya: bagaimana cara menemukan hiu paus di lautan seluas itu?
Jawabannya sederhana, tapi detailnya tidak banyak yang tahu. Panduan ini akan menjawab semuanya, mulai dari cara menuju lokasi, biaya, waktu terbaik, sampai aturan dan tips dari pengalaman tim kami sendiri di lapangan.
Contents
- 1. Sekilas tentang Hiu Paus di Teluk Saleh
- 2. Cara Menuju Lokasi Hiu Paus Sumbawa
- 3. Waktu Terbaik Melihat Hiu Paus di Sumbawa
- 4. Rincian Biaya Wisata Hiu Paus Sumbawa
- 5. Aturan Interaksi dengan Hiu Paus
- 6. Pengalaman Tim Kami di Teluk Saleh
- 7. Tips Praktis Sebelum Berangkat
- 8. Memaksimalkan Trip Anda di Sumbawa
- 9. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
1. Sekilas tentang Hiu Paus di Teluk Saleh
Hiu paus (Rhincodon typus) adalah ikan terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai lebih dari 12 meter, umurnya diperkirakan sampai 70–100 tahun, dan mereka termasuk filter feeder yang memakan plankton, ikan-ikan kecil, dan udang.
Di Indonesia, hiu paus berstatus dilindungi penuh sejak 2013 lewat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013. Secara internasional, statusnya tercatat Endangered dalam Daftar Merah IUCN sejak 2016. Menangkap, memperdagangkan, atau bahkan memanfaatkan bagian tubuhnya dalam bentuk apa pun adalah pelanggaran hukum yang serius.
Yang membuat Teluk Saleh berbeda dari banyak destinasi hiu paus lain di dunia: di sini hiu paus tidak musiman. Mereka muncul hampir setiap hari sepanjang tahun, dan polanya berkaitan erat dengan aktivitas nelayan bagan setempat.
Riset dari Conservation International pada 2024–2025 bahkan menemukan bukti pertama keberadaan hiu paus neonatal (bayi baru lahir berukuran 135–145 cm) di Teluk Saleh. Temuan ini menunjukkan Teluk Saleh kemungkinan besar bukan hanya tempat makan, tapi juga area pembiakan dan asuhan bagi hiu paus muda. Sebuah info penting yang menempatkan Sumbawa di peta global konservasi hiu paus.
1.1. Asal-Usul Sebutan “Pakek Torok”
Masyarakat lokal Sumbawa punya sebutan unik untuk hiu paus: “pakek torok”, yang artinya “hiu tuli”.
Sebutan ini bukan tanpa cerita. Interaksi antara nelayan bagan dan hiu paus di Teluk Saleh sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, jauh sebelum istilah “wisata hiu paus” populer. Setiap pagi, saat nelayan mengangkat jaring, hiu paus berdatangan karena di sekitar jaring itu terkumpul ikan-ikan kecil dan plankton yang menjadi makanan utama mereka.
Tidak jarang hiu paus bahkan masuk ke dalam jaring. Bagi nelayan zaman dulu, mereka dianggap hama. Diusir, bahkan sempat dipukul agar pergi, dan hiu paus tetap tidak bergeming. Dari kebiasaan inilah istilah pakek torok lahir: hiu yang seolah-olah tuli karena tidak peduli diusir.
Pemahaman ini penting karena memberi kunci yang sering dilewatkan banyak panduan: menemukan hiu paus di Teluk Saleh sejatinya adalah tentang menemukan nelayan bagan. Tanpa bagan, hiu paus tersebar di teluk seluas 1.459 km² dan praktis mustahil ditemukan.
2. Cara Menuju Lokasi Hiu Paus Sumbawa
2.1. Menuju Kota Sumbawa Besar
Pulau Sumbawa berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, di antara Pulau Lombok dan Labuan Bajo, Flores. Ada dua cara untuk mencapainya:
- Via udara: Pesan penerbangan ke Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III di Sumbawa Besar (kode bandara: SWQ). Saat ini ada penerbangan langsung dari Lombok dan Bali, dengan beberapa pilihan maskapai dan jadwal yang bervariasi sepanjang tahun.
- Via darat dari Lombok: Naik kapal feri dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. Penyeberangan memakan waktu sekitar 2 jam. Setelah itu lanjut perjalanan darat sekitar 2 jam menuju Kota Sumbawa Besar.

2D1N Tour Hiu Paus Sumbawa – Start & Finish Lombok
Mulai
IDR 1.240.000
per orang
2.2. Dari Kota Sumbawa Besar ke Desa Labuan Jambu
Dari Kota Sumbawa Besar, perjalanan ke Desa Labuan Jambu memakan waktu sekitar 3 jam menggunakan kendaraan bermotor. Desa ini adalah desa pesisir di Kecamatan Tarano, di mana mayoritas penduduknya adalah nelayan.
Anda bisa menginap di homestay lokal atau rumah warga untuk pengalaman yang lebih otentik. Untuk informasi penginapan dan wisata Hiu Paus, Anda dapat menghubungi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat atau Kantor Desa Labuan Jambu.


Paket Wisata Hiu Paus Sumbawa (Start & Finish Sumbawa Besar)
Mulai
IDR 790.000
per orang
2.3. Dari Desa Labuan Jambu ke Bagan di Teluk Saleh
Hiu Paus biasanya terlihat pagi hari sekitar pukul 06.00, saat nelayan mengangkat jaring di bagan. Karena itu, sangat disarankan menginap di Desa Labuan Jambu dan berangkat ke titik bagan sekitar pukul 04.00 pagi. Perjalanan dari desa ke titik bagan di Teluk Saleh memakan waktu sekitar 2 jam dengan perahu nelayan tradisional yang disebut Begoq.
Penggunaan guide lokal sangat dianjurkan agar Anda bisa langsung diarahkan ke bagan yang tepat. Guide yang berpengalaman biasanya berkomunikasi dengan beberapa pemilik bagan sejak malam sebelumnya untuk memastikan ada bagan yang melaut dan memantau di mana hiu paus muncul pagi itu.


Open Trip Hiu Paus Sumbawa Start Labuan Jambu
Mulai
IDR 650.000
per orang
3. Waktu Terbaik Melihat Hiu Paus di Sumbawa
Hiu paus muncul di perairan Teluk Saleh sepanjang tahun, dengan periode terbaik antara April hingga November. Pada bulan-bulan ini, kondisi laut lebih tenang, air lebih jernih, dan cuaca mendukung aktivitas snorkeling atau menyelam. Kehadiran mereka berkaitan dengan musim plankton dan ikan kecil yang melimpah.
Hindari berkunjung pada Januari–Maret, karena pada bulan-bulan tersebut cuaca sering tidak menentu. Ombak besar dan arus kuat membuat banyak nelayan bagan tidak melaut, sehingga peluang melihat hiu paus jauh berkurang.
3.1. Bulan Purnama: Mitos yang Sudah Tidak Lagi Berlaku

Banyak panduan masih menulis bahwa hiu paus tidak bisa ditemui saat bulan purnama, atau seminggu sebelum dan sesudah purnama. Ini benar di awal-awal era wisata hiu paus, tapi kondisinya sudah berubah.
Dulu, nelayan bagan tidak melaut saat bulan terang karena lampu bagan mereka harus bersaing dengan cahaya bulan. Akibatnya, ikan tidak terkumpul di sekitar bagan dan hasil tangkapan minim. Tidak ada bagan yang melaut artinya tidak ada hiu paus yang bisa ditemukan. Ini logikanya.
Sekarang, fokus nelayan bukan hanya menangkap ikan. Banyak dari mereka juga melayani wisatawan, dan kunjungan ke Teluk Saleh terus meningkat. Banyak nelayan bagan yang tetap melaut meski sedang purnama, karena pendapatan dari sektor wisata cukup signifikan untuk menutup hasil tangkapan yang berkurang. Hasilnya, wisata hiu paus di Teluk Saleh kini bisa dilakukan hampir setiap hari sepanjang tahun, dengan catatan cuaca mendukung.
4. Rincian Biaya Wisata Hiu Paus Sumbawa

Berikut komponen biaya yang perlu Anda siapkan jika ingin mengatur trip secara mandiri:
- Akomodasi homestay: Rp 350.000 per orang
- Makan: Sekitar Rp 20.000 per porsi di warung lokal
- Sewa perahu nelayan (Begoq): Rp 800.000 – Rp 1.000.000, tergantung jarak ke bagan (kapasitas 10 orang)
- Fee pemilik dan kru bagan: Rp 1.500.000 per bagan
- Biaya konservasi: Rp 50.000 per orang
- Entrance fee: Rp 50.000 per orang (Rp 20.000 untuk kas desa, Rp 30.000 untuk BUMDes)
- Guide lokal: Rp 500.000
Biaya di atas belum termasuk transportasi menuju Desa Labuan Jambu. Berwisata dalam kelompok kecil sangat disarankan agar biaya bisa dibagi dan total per orangnya lebih ringan.
Sebagian dari biaya ini, terutama biaya konservasi dan entrance fee, masuk ke kas desa dan BUMDes untuk mendukung program konservasi serta pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Jadi setiap kunjungan Anda berkontribusi langsung pada keberlanjutan ekosistem di Teluk Saleh.
5. Aturan Interaksi dengan Hiu Paus
Hiu paus adalah satwa lindung. Ada protokol yang harus Anda patuhi saat berinteraksi dengannya, baik untuk keselamatan Anda maupun untuk hiu paus itu sendiri.
- Jangan menyentuh hiu paus. Selain bisa membahayakan Anda, sisik plakoid mereka tajam dan dapat melukai. Yang lebih penting, sentuhan manusia bisa merusak lapisan lendir pelindung di kulit mereka.
- Jaga jarak minimal 3 meter dari badan dan 5 meter dari ekor. Kibasan ekor hiu paus cukup kuat dan bisa membahayakan jika Anda terlalu dekat.
- Matikan blitz kamera. Cahaya kilat bisa mengganggu hiu paus dan memicu perilaku tak terduga.
- Maksimal 2 perahu di sekitar satu hiu paus. Aturan ini ada untuk mencegah stres berlebihan pada hewan.
- Jangan menghalangi jalur renang hiu paus. Jika hiu paus mendekat ke arah Anda, beri ruang. Jangan dikejar atau dihadang.
- Ikuti arahan guide lokal. Mereka tahu jarak aman, posisi terbaik, dan sinyal-sinyal perilaku hiu paus.
6. Pengalaman Tim Kami di Teluk Saleh

Tim kami sudah memandu trip Hiu Paus Sumbawa ratusan kali sejak 2017. Salah satu hal yang paling sering kami lihat: tamu yang awalnya takut.
Wajar saja. Hiu paus berukuran 6–8 meter muncul tepat di bawah Anda saat baru turun ke air, itu pengalaman yang membuat siapa pun grogi pada awalnya. Tapi setelah diarahkan pelan-pelan oleh guide, hampir semua tamu kami akhirnya berani, dan banyak yang malah ketagihan. Itu salah satu bagian paling menyenangkan dari pekerjaan kami.
Yang ingin kami sampaikan dengan jujur: kondisi wisata hiu paus sekarang tidak seperti di awal. Dulu trip ke Teluk Saleh masih sepi, satu bagan kadang hanya satu rombongan. Sekarang kunjungan sudah sangat ramai, terutama di musim puncak. Sejak 2018 kami bersama beberapa pelaku wisata lain mengusulkan pembatasan kuota untuk menjaga kualitas pengalaman dan keberlanjutan habitat hiu paus, tapi sampai sekarang regulasinya belum berjalan.
Karena itu, kami sekarang lebih fokus melayani private trip, dan untuk open trip kami batasi pesertanya. Namun kami tidak akan memberi janji yang tidak bisa kami pegang: bahkan dengan private trip, tidak ada jaminan bagan yang Anda datangi bebas keramaian. Yang kami usahakan adalah fleksibilitas. Guide kami akan terus berkomunikasi dengan pemilik bagan lain untuk mencari yang paling sepi, dan ini bisa dilakukan jika hiu paus muncul di beberapa bagan sekaligus. Jika kebetulan hiu paus hanya muncul di satu bagan saja, kami mohon pengertian Anda.
Honest disclosure ini lebih penting daripada janji muluk. Wisata hiu paus yang baik adalah yang transparan tentang kondisi lapangan.
7. Tips Praktis Sebelum Berangkat
7.1. Tips dari Guide Lokal Kami
- Sarapan sebelum menyeberang. Atau minta guide untuk menyiapkannya. Trip ini berangkat sangat pagi dan baru kembali siang.
- Siapkan perlindungan matahari. Begoq cukup terbuka. Anda bisa minta guide untuk membawakan terpal sebagai peneduh.
- Gunakan pelindung telinga. Suara mesin Begoq cukup bising, jadi bawa kapas atau earplug.
- Tetap tenang saat snorkeling. Jika hiu paus mendekat, jangan panik. Berenang menjauh dengan perlahan dan beri ruang.
- Naik dan turun perahu dengan aman. Mintalah guide menjadi orang pertama yang turun dan terakhir naik untuk memastikan keselamatan Anda.
7.2. Packing List
- Pakaian renang dan baju ganti
- Handuk cepat kering
- Sunblock waterproof (yang reef-safe lebih baik)
- Topi dan kacamata hitam
- Jaket atau windbreaker tipis (pagi di laut cukup dingin)
- Kamera tahan air atau GoPro
- Botol minum yang bisa diisi ulang
- Obat anti-mabuk laut, jika perlu
- Tas kering (drybag) untuk barang elektronik
7.3. Bagaimana Jika Hiu Paus Tidak Muncul?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan dan jawaban jujurnya: walaupun jarang terjadi, kemungkinan ini tetap ada. Hiu paus adalah hewan liar, bukan atraksi. Mereka muncul karena ada makanan, dan makanan ada karena nelayan bagan. Kalau cuaca buruk dan tidak ada bagan yang melaut, peluang melihat hiu paus berkurang drastis.
Saran dari kami: alokasikan minimal 2 hari di Teluk Saleh. Kalau hari pertama tidak beruntung, masih ada kesempatan kedua. Anda juga bisa menjadwalkan trip di musim April–November dan menghindari fase bulan purnama yang ekstrem untuk peluang terbaik.
8. Memaksimalkan Trip Anda di Sumbawa
Sayang sekali kalau Anda jauh-jauh ke Sumbawa hanya untuk wisata hiu paus. Pulau ini punya beberapa destinasi yang layak masuk dalam itinerary Anda:
- Pulau Moyo — pulau kecil dengan air terjun Mata Jitu, tempat yang konon pernah dikunjungi Lady Diana. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rute hiu paus.
- Gunung Tambora — gunung berapi yang letusannya pada 1815 mengubah iklim global selama setahun penuh. Cocok untuk Anda yang suka trekking.
- Pulau Kenawa — pulau kecil tak berpenghuni dengan pemandangan sunset yang menakjubkan, biasanya dikombinasikan dengan trip dari Lombok atau Sumbawa Barat.
Kombinasi yang umum dipilih tamu kami adalah Hiu Paus + Pulau Moyo dalam 2–3 hari, atau Hiu Paus + Tambora untuk yang ingin tantangan lebih.

Paket Tour Sumbawa 3 Hari 2 Malam (B)
Mulai
IDR 2.060.000
per orang
9. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah aman berenang dengan hiu paus?
Aman, selama Anda mengikuti aturan. Hiu paus adalah filter feeder yang memakan plankton dan ikan-ikan kecil. Mereka tidak agresif terhadap manusia. Yang perlu Anda waspadai adalah kibasan ekornya yang bertenaga, bukan giginya.
Apakah saya harus jago renang?
Tidak harus jago, tapi minimal Anda nyaman di air dan bisa snorkeling dasar. Kami menyediakan jaket pelampung untuk yang kurang percaya diri. Anda juga bisa memilih untuk hanya menyaksikan dari atas perahu jika tidak ingin masuk ke air.
Berapa lama bisa berinteraksi dengan hiu paus?
Tergantung kondisi. Bisa hanya 15–30 menit, bisa juga lebih dari satu jam. Hiu paus akan tinggal selama masih ada makanan di sekitar bagan. Kami tidak bisa memprediksi atau menjamin durasinya.
Anak-anak boleh ikut?
Boleh, tapi sebaiknya minimal usia 8 tahun ke atas dan sudah nyaman di air. Trip ini berangkat sangat pagi dan perjalanan perahu cukup panjang, jadi pastikan anak Anda kuat secara fisik.
Bisakah scuba diving, atau hanya snorkeling?
Aktivitas standar adalah snorkeling karena hiu paus berenang dekat permukaan untuk makan. Scuba diving secara teknis bisa, tapi kurang efektif karena Anda akan berada di bawah hiu paus, bukan di sisinya. Untuk pengalaman terbaik, snorkeling adalah pilihan paling tepat.
Apa yang membedakan Teluk Saleh dengan Oslob (Filipina) atau Cenderawasih (Papua)?
Teluk Saleh, Oslob, dan Cenderawasih adalah tiga lokasi terkenal untuk berenang dengan hiu paus, tapi karakternya berbeda. Di Teluk Saleh, hiu paus datang secara natural ke bagan untuk memakan ikan kecil dan plankton, bukan diberi makan oleh nelayan secara sengaja. Di Cenderawasih, polanya mirip dengan Saleh. Sementara di Oslob, hiu paus memang sengaja diberi makan oleh operator wisata, yang kemudian mengundang banyak kritik dari kalangan konservasionis.
Menyelami dunia Hiu Paus di Sumbawa adalah pengalaman yang sulit ditandingi. Bukan sekadar foto bersama ikan terbesar di dunia, tapi juga kesempatan untuk memahami ekosistem unik di Teluk Saleh dan kontribusi langsung Anda pada konservasi yang sedang berjalan. Bawa kamera tahan air, sediakan waktu cukup, dan datanglah dengan ekspektasi realistis.
Selamat merencanakan perjalanan Anda ke Teluk Saleh









